Postingan

Fotografi

Gambar
Kebahagiaan hidup ditentukan diri sendiri. Jalani setiap proses dan jangan benci siapapun karena Al-Qur'an, harta, akhlaq dan Islam bukanlah Tuhan. Fotografer : m.a Sajak : m.f
Gambar

Ingin

Aku mencintaimu lewat prakata-prakata bisu Tepat cakrawala jingga memeluk burung bangau Ibu, aku mencintaimu benar tanpa bahasa Karena kalimatku tak cukup mampu menebus kamusmu Ibu, aku mencintaimu benar tanpa apa Karena cintamu terlampau besar tanpa prasyarat Ibu Esok kan menggigitmu Yang menggendongku tanpa rasa peluh Maka aku sungguh ingin, Ibu Menggendong dan memelukmu Menebus jejas-jejas yang terluka Dengan cinta tanpa bahasa Di pelataran jingga yang tertawa

Bait-Bait Malam

Duhai Mesirku, Beberapa saat lalu kau masih sama seperti apa yang kutau, Beberapa saat lalu kau masih terus menoleh ke seberang negeri, Beberapa saat lalu kau masih terus mencari mata-mata perantara, Semua itu, masih sama Seakan tak pernah puas untuk menjagaku. Jangan-jangan, bulan juga kawanmu Yang terus mengikutiku di malam hari. Jangan-jangan matahari adalah adalah sahabatmu, sepanjang siang selalu mengadu padamu, Aku akhirnya bertanya, apa yang membuat diriku begini?   Apa karenamu?   Yang setiap malam berdoa pada-Nya atas harapanmu? Apa karenamu? Yang tetap bersabar atas perihnya merindu sendiri? Duhai Mesirku, Tahukah kau bahwa, gunung-gunung es itu telah mencair atas kehangatanmu? Tahukah kau bahwa, Teriknya gurun pasir dan dinginnya malam telah kau taklukan saat ini? Tahukah kau bahwa, Ditanganmu sudah kau dapatkan kunci pintu-pintu yang kokoh itu? Aku hanya angin yang membawa debu-debu penyesalan, Aku adalah siapa yang mengusirmu dahulu ketika kau merangkak membawa ke...

-Spesial Opini untuk Milad CSSMoRA-

VISI DAN MISI SAYA SEBAGAI ANGGOTA CSSMORA    10/12. Selamat menjalani hari bagi kalian semua, apa kabar kalian di akhir tahun 2018? Saya harap baik-baik saja. Tetap update isu nasional ya, mulai dari #savegempi, reuni akbar 212, hingga isu-isu tahun politik dan masa kampanye pasangan pak jokowi-KH. Maruf Amin dan pak Prabowo-sandi. Dari pada jenuh dengan netijen-netijen kurang budiman di dunia maya, dan menunggu launching resmi visi-misi dari kedua calon Presiden NKRI, saya ada satu hal menarik tentang visi-misi. Sebelumnya, selamat ulang tahun CSSMORA yang ke-11, ini ada sedikit catatan kaki yang aku bacakan di panggung milad kemarin (minggu, 9 Des 2018). Penasaran? Yhaaa suruh siapa tidak hadir, wekkkk    Ya, saya lanjut, visi-misi saya untuk CSSMORA. Sebagai anggota CSSMORA, tentu amat kurang ajar jika kita tidak mempunyai visi-misi didalamnya. Tentu bukan visi-misi yang menandingi pengurus CSSMORA, Om Manadzhir Mahalli. Namun saya kira, visi-misi ini cukuplah ...

-Bagianmu yang Aku Ceritakan-

Bagian satu.  Ceritakan pada langit, bahwa mentari masih bersinar untuk bumi yang tertutup awan. Memastikan cahayanya tetap terang meski malam melarutkannya jadi kelam. Percayalah, keniscayaan akan datang pada pemilik kesabaran.  Bagian dua.  Bintang pernah bercerita, dia bilang kalau bumi ketakutan. Ia takut hujan datang lebih dulu sebelum kamu. Lalu kamu datang dan takutnya hilang.  Bagian tiga  Sejak lama pemilik sinar pagi ingin berkata "aku" pada bumi yang menjadi "kamu". Kemudian, baru saat ini ia berani.  _______________________________________.  Mengikutimu bukan sebuah takdir yang menyusahkan...  Rotasimu sesuai dengan kemampuanku.  Kita searah, selalu senada.  Hanya saja, saat awan mulai menyusun pundi"nya, aku selalu ketakutan. Sama halnya seperti yang kamu takutkan pada bagian kedua. Lalu..  Aku datang, karna aku tak suka melihatmu ketakutan. Dengan cahayaku kau ban...

-MA

Gambar
-ma Kalau memang tidak suka katakan saja. Jangan hanya berucap saat kau butuh. Tetiba mengucap maaf mengganggu untuk pesan singkat, padahal jejas dari hari kemarin terus saja memperparah diri. Coba kau baca matamu. Lama-lama aku jadi membenci diriku sendiri yang susah sekali memaafkanmu. Lama-lama aku hanya mampu menangis sendiri karena susah sekali untuk tidak menyukaimu. Semua seperti baik-baik saja. Berjalan dan memapak di jalanan-jalanan trotoar tanpa kubangan lumpur. Lama-lama aku hanya mampu mendekam sendiri, trauma pada orang2 sekitar yang nyatanya bisa berubah kapan saja. Datang sesuka hati lalu tiba2 pergi. Kalau memang tidak suka, katakan saja. Tidak dengan kekosongan saat aku menawari pertanyaan. Tidak dengan batas tegas yang membisu dan aku hanya mampu tertawa sendiri. Bahkan kau lebih membuatku parah dibanding mantan kekasihku rupanya. Huehuehue.. Tertawa saja lah Biar lututku terpeluk demam sendiri saat cuaca suka sekali basah. Ha...