Postingan

Sabtu

Ponselku bergetar, tanda ada pesan spesial masuk di beranda. "Sedang apa? Tidurkah?" Sambil kutatap dalam, kubalas pesanmu perlahan ; "Tidur, sambil merindumu." "ah kau ini bisa saja" Jawabmu. "Tentu, untukmu aku rela merindu meski aku berharap temu." Lalu hening. Tak lama sebuah balasan masuk. "Hmmm, baiklah. Selamat tidur." Lamat-lamat aku nikmati kopi sambil menatap nanar. Kau mengucap selamat tidur untukku. Tapi matamu terjaga dengan pemuda itu. Asyik sekali hingga tak kau sadari eksistensiku di bangku pojok dengan dada membiru menahan rindu. 'ah mungkin itu temannya' Kata bathinku. 'lalu jika teman, mengapa hanya berdua dan hingga malam semakin larut?' Bathinku satunya meracau. 'sudah kau hampiri saja.' Bathinku kembali menimpali. "iya, selamat tidur juga." Balasku sambil mengunci layar ponselku. Aku bangkit. Membayar kopi. Lalu pergi. Sembari berjalan, perlahan kutolehkan p...

Retak

Dinginku menjadi debu Saat harap-harap cemas menjadi pilu Perihal rindu yang tak lagi merdu Pasalnya langit sudah tak lagi biru Apalagi yang harus ku tapaki? Sedang kaki tak mampu lagi menari Apalagi yang mampu ku jejaki? Sedang hembus di pipi sudah enggan bernyanyi Jangan kembali saja Karena lukaku tak ingin kembali terbuka Jangan membalik badan dan saling bertatap muka Karena retak ini sudah enggan jumpa -Mutiara Senja

Yang takut pergi

04.00 05/08/17 aku terbangun dalam diam terpikir akan mimpi tadi semua berubah menjadi sepi mencoba kuselami hati apa yang terjadi selama ini baru ku sadari aku selalu terjebak akan bayang  sang putri dalam hati,  masih ada ragu terhadap kepercayaan yang di beri dalam hati,  masih ada rasa takut dia akan kembali dalam hati,  bertanya tanya sesuatu yang belum pasti ada perasaan takut ditinggalkan ada perasaan takut dipemainkan ada perasaan takut dikhianati semua itu menjadikanku enggan ~dariku yang enggan tuk menyebut nama

Alam dan Manusia

Mungkin sedikit bercerita disini akan mengurangi kesedihanku.. Sampai sekarang aku belum tau perbedaan alam dan manusia itu apa, ntah siapa yang lebih baik diantara keduanya. Tapi ntah mengapa pengalamanku menjawab hal itu. Alam tak pernah membuatku sedih, ia selalu ada untuk membuatku bahagia. Tapi manusia? Aku fikir mereka berakal. Nyata nya mereka hanya mampu menyakiti tanpa bisa memperbaiki. Yup, ketika manusia menyakiti ku, alam selalu ada untuk membuat ku bahagia. Mereka selalu menjawab berbagai ceritaku walau hanya dengan sekedar hembusan angin yang lembut menerpa wajah bulatku, walau hanya dengan sekedar bunyi gemericik air yang saling berbenturan satu sama lain. Tapi ntah mengapa, aku lebih suka hal itu dibanding dengan manusia yang selalu menjawab segala pertanyaan dengan yang disebut "akal" namun akhirnya berkhianat juga. Ingin rasanya ku teriakkan segala amarah yang ku pendam karena dia ke alam, tapi aku tidak seharusnya melampiaskan amarah itu kepada alam, kar...

LAWAN STUNTING UNTUK INDONESIA EMAS 2045 YANG OPTIMAL

Indonesia emas 2045 adalah upaya menyiapkan para generasi penerus bangsa indonesia di tahun 2045 dimana indonesia akan mencapai umur yang ke-100 tahun kemerdekaannya dengan harapan Indonesia dapat menjadi figur percontohan global baik secara teknologi, ekonomi, dll. Karena itu SDM berkualitas haruslah dibentuk mulai saat ini dengan orientasi berkelanjutan sejak masa kehamilan, kelahiran, balita hingga dewasa.berbicara tentang pengoptimalan tumbuh kembang, haruslah kita mewaspadai akan bahaya stunting. Stunting merupakan masalah kesehatan serius di indonesia saat ini. Berdasarkan data Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia 2018, 3 dari 10 anak Indonesia menderita stunting. Dengan persentase setinggi itu maka diproyeksikan dapat menyebabkan kerugian bagi indonesia secara jangka panjang (indonesia emas 2045) baik secara ekonomi (Rp300 triliun/tahun {analisis qureshy, 2018]) maupun kualitas SDM sendiri. Hal ini dikarenakan anak yang mengalami stunting akan terganggu perkembangan fi...

Senja bersama kenangannya

Senja bukan hanya sekedar jingga yg berlalu lalang dilangit dikala sore menyapa, tapi senja adalah kenangan yg berlalu lalang dengan ditemani rindu, membuat mata tidak tau ingin melihat siapa, membuat pikiran tidak tau ingin memikirkan siapa, dan membuat hati tidak tau ingin merasakan apa, karena ini adalah yang kesekian kalinya, senja kembali membawa rindu, rindu yg kemarin sama sekali tidak pernah aku harapkan, rindu yg pernah aku benci, rindu yg pernah menjadi penyebab luka, yg ku tau rindu itu kejam.

Tentang Kopi

Pada satu malam, aku duduk di meja. Seorang wanita mendatangi dengan wajah tampak manja. Lalu berbisik meradang ; Duduk di kursi woy bang! Selaras kemudian kududukkan pantatku, Aku pesan kopi hitam. Hirup aroma harumnya, Juga aroma kenangan. Kuminum perlahan, sambil kuteriakkan;  Aah nikmatnyaa kopi ini. Apalagi jika engkau yang membuatkanku, kasih. Sejurus kemudian, sebuah tangan besar mengeplak kepalaku. Ternyata, aku minum kopi tetangga. Ah begitulah kopi. Kau akan ditempeleng sekeras mungkin jika kau minum punya orang. Dan kau akan diteriaki bak maling jika kau duduk diatas meja dengan menantang. Pun dengan penjualnya. Saat ia hidangkan, kuterima dengan tangan kanan sambil kukecup tangannya mesra. Dari kejauhan, nampak lelaki bertubuh cungkring melempar sandal;  Ketepuk!! Aku terjengkang. Ternyata, tangan yang kukecup itu adalah tangan istri orang. Ah begitulah sekias tentang kopi dan penjualnya. Juga tentang me...