Postingan

JUARA DUA LOMBA CERPEN ; Sehari Menjelang Kirab

Gambar
oleh : Siti Mutmainah*     Suasana menjelang diadakannya Kirab Apem Sewu sudah mulai terasa. Aroma apem yang dibuat oleh ibu-ibu mulai tercium di beberapa titik kampung. Pemuda-pemudi terlihat semakin aktif berlalu-lalang, sedang membuat rancangan gunungan, kata mereka. Ada juga yang latihan marching band . Bapak-bapak pengurus desa sibuk berkumpul dan berbincang demi memantapkan konsep kirab tahun ini. Kirab Apem Sewu adalah tradisi dengan upacara membagi-bagikan kue apem sejumlah seribu yang dilakukan oleh masyarakat kampungku, namanya Kampung Sewu. Kampungku adalah salah satu dari sekian banyak kampung yang terletak di Kota Surakarta. Kirab ini hanya dilakukan ketika bulan Zulhijah. Apem akan diarak dari situs Pohon Pamrih menuju prasasti Apem Sewu. Aku pernah mendengar dari sesepuh kampung kami, katanya kirab ini adalah wujud rasa syukur kami. Kami yang tinggal di bantaran Sungai Bengawan Solo tak pernah terkena bencana banjir lagi, jadi harus bersyukur. Rasa s...

JUARA TIGA LOMBA CERPEN ; Setelah Matinya makna

Gambar
Cerpen karya Matahari* ---------------------------- Makna telah dikuburkan tadi siang. Rumahku masih ramai dengan pelayat. Mereka datang berpakaian gelap-gelap, membawa setangkai lily putih kesukaan Makna. Padahal sudah kusuruh mereka datang berpakaian terang-terang. Membawa mawar, anggrek, basil, atau apa pun itu. Yang jelas bukan lily. Bukan semua yang bakal mengingatkanku pada kesayanganku. Aku dan Makna adalah sahabat karib. Kami terlahir di hari yang sama. Tumbuh bersama, dan saling jatuh cinta. Tanpa makna, aku hanyalah semu . Dan tanpaku, makna adalah lumpuh . Lalu sesaat setelah aku mempersuntingnya, memutuskan untuk selalu bersama, pekerjaan datang layaknya air bah. Setiap hari, pesanan datang silih berganti. Dari seorang pengacara, pebisnis, penyair, politikus, ilmuan, guru, bahkan dari muda-mudi yang duduk berdua di tepi pantai. Mereka membutuhkanku, sedangkan aku membutuhkan Makna. Mau tidak mau, pemesan harus membayar dua kali lipat. Untukku, d...