Menara Siger


Kau..
Yang datang menjelma di tengah kota metropolitan ini..
Kau yang datang dalam wujud tangan darwis di masa kini..
Kau yang menarikku ke dalam sebuah kerumunan jas merah ini..
Kau jua yang selalu menyalakan api semangat ini.. 

Namun kini..
Kau beregenerasi menjadi tempatku memecahkan tawa..
Bercengkerama tentang masa..
Dan berbincang mengenai cita.. 

Hai kau..
Si hitam dari Menara Siger..
Tetaplah ikat tali dengan gadis kota bercahaya ini..
Jangan kau sampai tega hati untuk memutuskan tali ini..

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Paparan Penyakit, Strategi Reduksi Trauma, dan Mitigasi Pascabencana pada Korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Kafein, Kualitas Tidur, dan Burnout Akademik: Tiga Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Mahasiswa

OFFICIAL UPGRADING 2 CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2025/2026.