Postingan

Intermezzo

Gambar
Lucu Di ke-72 ini kita masih menyendiri Tidak saling kenal Tidak pila menyapa Kita mulai mengikis Sikap Spiritual Pengetahuan Dibalik ceceran-ceceran darah 45 Tidak mudah menitah, tertawa terlebih Dan pada cerita globalisasi Kita menyendiri Terpacu gadget dan style Kita menyendiri Siapa aku Siapa kamu Lucu Di ke-72 ini Perasaan, terasa miris -Mutiara Senja

Mer(d)eka

Gambar
Lantang suara itu Diceritakan turun-temurun Tercatat dalam sejarah nan anggun Menolak para asing Yang tamak nan rakus Mengais isi bumi Memperbudak pribumi Merdeka … Terhormat sudah harga diri Menjadi identitas bangsa ini Merdeka … Serak kudengar kata itu Diucap mesra Oleh anak bangsa Di bawah kolong jembatan layang Merdeka … Teriak geram para mereka Yang tanahnya direbut lagi Atas nama keindahan negeri Merdeka mungkin hanya milik mereka Yang duduk di atas singgasana Sembari rakyat masih mengiba Merdeka (lagi) Merdeka dari tangan asing Sengsara karena sedarah sendiri Merdeka itu bagi mereka Bukan kami - As'ad M
Gambar
Juli 2017 Yaa Cinta Asmara Muda Buta Dilema Dewasa Menua Terlupa Tiada    As'ad M

Gelap

Aku menyindir Hingga manyun menampari jejak-jejak Dan kau pergi Menyibak cerita misteri Degupan nafas membuncahi dada Dan, di sela-sela rongga iga Oksigen merayapi jiwa yang rapuh. -Mutiara Senja

"Dalam Kerinduan"

Merindukan mu membuatku sadar betapa indah dan berartinya nya satu detik saat berada di samping mu, Aku hanya merindukan mu tak ada yang lain, yang dapat ku rasakan lagi  hanya kerinduan dan merindukan mu itu saja Tak ingin datang nya hari esok, jika saja tampa kabar diri mu, untuk sedikit menawar rindu ku. Atau, bisakah kau beri tau cara menjalani hari tampa bayang mu,? Agar ku dapat menyambut hari ku dengan senyuman hangat Ku pikir aku dapat menikmati kerinduan ini, nyatanya aku hampa  sendiri Sungguh maaf ku ucapkan dengan datang nya bait ini, jikalau mengusik hati dan pikir mu Hanya saja aku terlalu merindu untuk terus berdiam diri

-Hanya Saja-

Gambar
Ku lihat Gerimis hujan Rintik demi rintik Membasahi Bersama relung rindu Di kesepian senja Bertabur doa mesra Yang melawan arus hujan Mengetuk pintu langit Rindu yg bertuan jauh Menuju pangkuan sendu Doa yg terbang Bersama langit membiru Hanya saja ... Jarak memberi bentang Memaksa terpisah Hanya saja ... Waktu seakan menghukum Mengekang dalam peluh Namun nanti Ketika tiba saatnya Jarak akan iri Waktu pun menutup diri Melihat kita bersama Dalam dekapan rindu Dalam aamiinan doa Hanya saja ... Dikau dan daku perlu bersabar Hanya saja As'ad M Costavera - CSSMoRA UIN Jakarta 2O15

Seekor Anjing

Dalam rengkuh debu Kau mengais titik-titik kotoran surga-Nya Menembus diri dalam sapuan sampah Menerka air mata yang hampir tumpah Dengan nafas yang berdegup Dalam rengkuh debu Kau merangkaki tangis Bertatap nanar, beriring senja yang memudar Dan dalam rengkuh debu Kau meringkuk Bersama seekor anjing peminum Yang menggigitkan do'a dalam taring kepada-Nya   Kau meringkuk Bersama surga yang memelukmu Dan hanya dengan sesederhana itu   Surga memelukmu Bersama nada syahdu yang mensyairkan dirinya. -Mutiara Senja