Ketimpangan Gender dalam Peningkatan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja dan ODHA di Indonesia

 Ketimpangan Gender dalam Peningkatan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja dan ODHA di Indonesia

Oleh: Aisyah Nur Lathiifah

Sumber: Pinterest

    Peningkatan kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) di Indonesia tidak bisa lagi dilihat semata sebagai persoalan perilaku individu. Di balik angka-angka yang terus bertambah, tersimpan persoalan yang lebih dalam: ketimpangan gender yang membentuk cara remaja dan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memahami, mengakses, dan mengalami layanan kesehatan reproduksi.

    Mengapa remaja perempuan lebih takut mencari informasi? Mengapa stigma terhadap ODHA terasa berbeda antara laki-laki dan perempuan? Dan bagaimana norma sosial justru memperbesar risiko penularan?

     Artikel ini mengajak pembaca memahami bahwa IMS bukan hanya soal perilaku seksual, tetapi juga berkaitan dengan stigma, peran gender, dan ketidakadilan sosial. Melalui pendekatan Pengarusutamaan Gender, tulisan ini membahas bagaimana upaya pencegahan dan penanganan IMS bisa dilakukan secara lebih adil dan tepat sasaran untuk melindungi remaja dan ODHA di Indonesia.

Baca versi lengkap artikel melalui tautan berikut: (Ketimpangan Gender dalam Peningkatan Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Remaja dan ODHA di Indonesia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusuri Jejak Kesehatan: Dari Tradisi ke Teknologi Modern

Medical Training CSSMoRA UIN JAKARTA 2025

TEMU REGIONAL 1 CSSMoRA NASIONAL