MENTAL HEALTH PADA REMAJA: KENAPA PENTING DAN BAGAIMANA MENANGANINYA?

 MENTAL HEALTH PADA REMAJA: KENAPA PENTING DAN BAGAIMANA MENANGANINYA?

oleh: Nazar Akmalullail


sumber: pinterest

    Masa remaja merupakan fase transisi penting dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan. Pada fase ini, remaja menghadapi berbagai tuntutan baru, mulai dari akademik, relasi sosial, hingga pencarian jati diri. Sayangnya, perubahan tersebut juga membuat remaja rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Data global dari World Health Organization menunjukkan bahwa gangguan mental merupakan salah satu penyebab utama disabilitas dan beban penyakit pada kelompok usia 10-19 tahun, dengan depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku sebagai masalah yang paling sering ditemukan.

    Kesehatan mental berperan besar dalam menentukan kualitas hidup remaja, baik saat ini maupun di masa depan. Remaja dengan kesehatan mental yang baik cenderung mampu mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang sehat, serta berprestasi di sekolah. Sebaliknya, gangguan mental yang tidak ditangani dapat berdampak serius, seperti penurunan prestasi akademik, perilaku berisiko, penyalahgunaan zat, hingga meningkatnya risiko bunuh diri. WHO mencatat bahwa bunuh diri termasuk salah satu penyebab kematian utama pada remaja secara global, sehingga isu kesehatan mental tidak dapat dipandang sebelah mata.

    Berbagai faktor dapat memicu gangguan mental pada remaja. Faktor biologis meliputi perubahan hormon dan perkembangan otak yang belum sepenuhnya matang. Faktor psikologis mencakup rendahnya kepercayaan diri, kesulitan mengelola stres, serta trauma masa kecil. Sementara itu, faktor sosial seperti tekanan akademik, konflik keluarga, perundungan (bullying), dan paparan media sosial yang berlebihan turut berkontribusi. Lingkungan digital, khususnya media sosial, sering kali menciptakan standar tidak realistis yang memicu perasaan tidak cukup baik, kecemasan, dan depresi pada remaja.

    Gangguan kesehatan mental yang tidak tertangani dapat berdampak jangka panjang. Remaja berisiko mengalami gangguan mental berulang saat dewasa, kesulitan memasuki dunia kerja, serta masalah relasi interpersonal. Selain itu, gangguan mental juga dapat memengaruhi kesehatan fisik melalui gangguan tidur, pola makan tidak sehat, dan penurunan imunitas. Oleh karena itu, deteksi dini dan intervensi yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih berat di kemudian hari.

    Penanganan kesehatan mental remaja memerlukan pendekatan multidisipliner. Di tingkat individu, remaja perlu dibekali keterampilan koping, seperti manajemen stres, regulasi emosi, dan kemampuan komunikasi yang baik. Di lingkungan keluarga, orang tua berperan penting dalam menciptakan suasana yang aman, suportif, dan terbuka terhadap diskusi masalah emosional. Sekolah juga memiliki peran strategis melalui layanan konseling, program pencegahan perundungan, serta edukasi kesehatan mental. Jika diperlukan, dukungan profesional dari psikolog atau psikiater harus diakses tanpa stigma.

    Selain keluarga dan sekolah, masyarakat dan sistem kesehatan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan mental remaja. Akses layanan kesehatan mental yang terjangkau, ramah remaja, dan bebas stigma perlu diperluas. Kampanye edukasi publik juga penting untuk meningkatkan literasi kesehatan mental, sehingga gangguan mental dipahami sebagai kondisi medis yang dapat ditangani, bukan kelemahan pribadi.

    Kesehatan mental pada remaja merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Tingginya angka gangguan mental pada usia 10–19 tahun secara global menunjukkan perlunya perhatian serius dari semua pihak. Dengan deteksi dini, dukungan lingkungan yang kuat, serta akses layanan kesehatan mental yang memadai, remaja dapat tumbuh menjadi individu yang sehat secara mental, produktif, dan berdaya. Menjaga kesehatan mental remaja bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara.

  

Komentar

  1. mau nulis kirim kemana min

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karya kali ini hanya untuk anggota CSSMoRA UINjkt kak🙏🏻, link pengumpulan dikirim di grup🙏🏻

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusuri Jejak Kesehatan: Dari Tradisi ke Teknologi Modern

Medical Training CSSMoRA UIN JAKARTA 2025

TEMU REGIONAL 1 CSSMoRA NASIONAL