Hubungan Bangun Shubuh dengan Kualitas Produktivitas dan Berpikir Seharian
Hubungan Bangun Shubuh dengan Kualitas Produktivitas dan Berpikir Seharian
Oleh: Tsamura Fuada
![]() |
| sumber: Pexels |
Islam adalah agama yang visioner, tidak pernah membuat perintah yang tidak ada faedahnya sama sekali, termasuk perintah bangun pada waktu sebelum shubuh untuk melaksanakan shalat. Shalat subuh merupakan aktivitas pertama yang dilakukan oleh umat Islam setelah bangun tidur. Hal ini adalah sebuah keunikan, dimana shalat Subuh ini memiliki banyak manfaat baik dari segi spiritual maupun kesehatan fisik dan mental termasuk memberikan ketenangan batin dan kedisiplinan.
Keterlambatan bangun tidur dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja. Remaja yang terlambat bangun tidur maka akan memulai aktivitasnya dengan tergesa-gesa atau dengan kata lain diburu waktu. Selain dampak psikologis, bangun shubuh ini baik juga untuk dampak kesehatan jasmani juga, seperti Faedah dari bangun shubuh ini sering kali dilupakan oleh segolongan orang, dalam sebuah penelitian, dikutip dari jurnal karya Shabrina, dkk 2024 menyebutkan bahwa:
“Hasil survei terhadap 50 remaja laki-laki, menunjukkan 84% remaja sering melalaikan shalat subuh. Dari hasil survei pula, dapat diketahui penyebab kesulitan bangun tidur yaitu karena begadang dan rasa malas, meskipun telah memasang alarm agar dapat bangun tidur, namun remaja tidak beranjak dari tempat tidurnya untuk langsung shalat subuh dengan alasan masih mengantuk dan malas”
Hadist-hadist Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya sholat Shubuh dan berkah yang menyertainya. Salah satu hadist menyebutkan bahwa "Barangsiapa yang melaksanakan sholat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah." (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa orang yang melaksanakan sholat Subuh akan mendapatkan perlindungan dan berkat dari Allah SWT sepanjang hari. Perlindungan ini tidak hanya bersifat spiritual tetapi juga dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari melalui ketenangan pikiran dan keamanan yang dirasakan oleh individu.
a. Hubungan dengan Fisik
Bangun Subuh menggambarkan implikasi positif terhadap tubuh dalam kaitannya dengan aspek kesehatan. Kebangkitan dari tidur secara pada dasarnya dapat membantu tubuh mengimbangi rutinitas alaminya yaitu membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian secara alami sehingga kualitas tidur akan menjadi jauh lebih baik. Selain itu, gerak dalam shalat Subuh juga bermanfaat tidak hanya sebagai kegiatan fisik ringan yang dapat melancarkan peredaran darah tetapi juga dapat meningkatkan suplai oksigen di otak. Sebuah energi pagi hari yang kuat, dimana tubuh terasa lebih segar dan bugar menjadikan individu dapat tetap aktif sepanjang hari tanpa mudah lelah.
b. Hubungan dengan Kualitas Berpikir
Selain berdampak pada fisik, Bangun Subuh yang tidak hanya baik untuk fisik kita, akan tetapi juga bangun Subuh berdampak besar pada kualitas berpikir seseorang. Akibat keadaan otak saat pagi hari, terutama setelah beristirahat semalaman yang cukup, berada pada kondisi yang sangat optimal untuk melakukan proses kognitif. Hal ini membuka peluang otak untuk tetap fokus, keterampilan berpikir logis dan analitis akan menjadi lebih tajam. Oleh karena itu, proses belajar, pengambilan keputusan, dan penerapan solusi pada masalah dapat dilakukan dengan lebih mudah.
c. Hubungan dengan Psikologis
Berpikir dengan baik juga sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis yang stabil. Salah satu faedah Shalat Subuh adalah menenangkan pikiran danmeredakan stres, seandainya pikiran menjadi lebih jernih. Orang yang memulai hari dengan perasaan tenang akan cenderung bisa mengontrol emosi, berpikir positif, dan tidak panik saat menghadapi masalah. Secara langsung, peningkatan produktivitas ini disebabkan oleh individu yang dapat bekerja dengan fokus dan konsentrasi yang lebih tinggi.
d. Hubungan dengan Emosional
Dari segi kejiwaan dan emosional, menunaikan shalat subuh juga membantu seseorang menghidupkan fitur kesiapannya secara psikologis yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai aktivitas. Waktu shalat subuh yang penuh bungkus membuat seseorang merasa nyaman untuk merefleksi diri, menjadi manusia yang punya rencana pada hari itu, dan menanamkan niat terbaik dalam hati. Sehingga seiring berjalannya waktu motivasi diri menjadi lebih kuat dan dapat membantu seseorang tetap berjalan sesuai tujuan hidupnya dengan jelas. Dengan motivasi dan arah yang baik, produktivitas dan kinerja pun meningkat.
Sejajar dengan hal di atas, bangun Subuh sangat berperan dalam peningkatan kinerja dan kemajuan berpikir sehari-harinya. Tidak hanya ini saja, tapi perilaku kebiasaan ini juga dapat memper disiplinkan diri, kesehatan fisik tetap terjaga dan perkembangan intelektual dan intelektualitas terus berlangsung tanpa gangguan. Oleh karena itu, dibiasakan bangun Subuh dan memulai hari dengan shalat merupakan langkah penting bagi peningkatan kualitas hidup, terutama dalam aspek produktivitas dan kemampuan berpikir yang optimal.

Komentar
Posting Komentar