Di Balik Gunung Sampah TPA Cipeucang: Ancaman Ganda Polusi bagi Air Bersih dan Kesehatan Warga

 Di Balik Gunung Sampah TPA Cipeucang: Ancaman Ganda Polusi bagi Air Bersih dan

Kesehatan Warga

Oleh: Rizka Amalia Rahmadani


Sumber: waste4change.com

    Bagi warga yang tinggal di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, gunung sampah bukan sekadar pemandangan sehari-hari. Bau menyengat yang kerap tercium dan kekhawatiran akan kualitas air sumur telah menjadi bagian dari rutinitas hidup mereka. Di tengah peran TPA sebagai tulang punggung pengelolaan sampah Kota Tangerang Selatan, persoalan lingkungan yang ditimbulkannya kini semakin sulit diabaikan, bahkan memicu isu dana kompensasi bagi warga terdampak.

Ancaman Ganda: Bau dan Lindi

Tumpukan sampah yang terus meninggi membawa ancaman ganda bagi masyarakat sekitar.
  1. Polusi Udara (Bau): Keluhan yang paling segera dirasakan adalah bau menyengat yang mengganggu kenyamanan. Warga di sekitar TPA mengaku bahwa kondisi ini membuat mereka mudah terserang penyakit.
  2. Pencemaran Air Tanah (Lindi): Ancaman jangka panjang yang lebih serius adalah potensi kontaminasi air tanah. Air sumur, yang selama ini menjadi andalan rumah tangga, berisiko tercemar oleh lindi, cairan berbahaya hasil pembusukan sampah yang merembes ke dalam tanah.
    Lindi mengandung berbagai zat berisiko, mulai dari bakteri patogen, senyawa kimia, hingga logam berat. Ketika cairan ini merembes ke dalam lapisan akuifer (lapisan pembawa air tanah), kualitas air dapat menurun secara perlahan tanpa disadari. Air yang tampak jernih belum tentu aman dikonsumsi.

Dampak Kesehatan yang Mengintai
    Pencemaran lingkungan, baik udara, air, maupun tanah, memiliki kaitan erat dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan di kawasan perkotaan. Untuk kasus TPA Cipeucang, dampaknya mencakup dua jalur: 
  1. Penyakit Pernapasan: Dipicu oleh polusi udara (bau) yang membuat warga rentan terhadap gangguan pernapasan dan ISPA.
  2. Penyakit Saluran Cerna: Air tanah yang tercemar oleh lindi berpotensi menjadi sumber penyakit saluran cerna, seperti diare, akibat kontaminasi bakteri.
    Kondisi ini diperparah oleh paparan polusi berkelanjutan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Mitigasi dan Saran dari Peneliti
    Menyadari potensi risiko tersebut, langkah mitigasi yang serius dan berkelanjutan harus menjadi prioritas. Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menekankan pentingnya pengelolaan lindi yang lebih ketat.

    Secara teknis, solusi kuncinya adalah pembangunan dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air Lindi (IPAL). Upaya ini dinilai krusial untuk mencegah lindi merembes ke akuifer dan mencemari sumber air bersih warga.

    Tanpa pengelolaan lingkungan yang memadai, TPA Cipeucang berpotensi terus menjadi sumber masalah kesehatan di sekitarnya. Di tengah kebutuhan kota akan sistem pengelolaan sampah yang andal, perlindungan terhadap kualitas air dan kesehatan masyarakat semestinya menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda.


Sumber Referensi:
  1. IDN TIMES Banten (2025) Diakses di: https://banten.idntimes.com/news/banten/pencemaran-air-tanah-di-sekitar-tpa-cipeucang-ini-saran-peneliti-brin-00-xwfcr-5qjsnj
  2. KOMPAS.com (2025) Diakses di: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/09/26/17553571/tpa-cipeucang-bau-warga-jadi-mudah-terserang-penyakit
  3. Oasis Teknik (2025) Diakses di: https://www.oasisteknik.co.id/edukasi-air-tanah-sumur/pencemaran-air-tanah/
  4. Septiani, F., al Amini, A., Arif, J., Damanik, D., Pasaribu, G. R., Al, F., 5, A., Matematika, F., Ilmu, D., & Alam, P. (2025). Cendekia: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Dampak Polusi Lingkungan terhadap Kesehatan Masyarakat di Kawasan Perkotaan Indonesia. 2(1), 14–22.
  5. Tunggadewi, A. T., & Akbar, U. U. (2023). ANALISIS WILLINGNESS TO ACCEPT DANA KOMPENSASI MASYARAKAT SEKITAR TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) CIPEUCANG. JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT, 11(2), 444–449. https://doi.org/10.37081/ed.v11i2.4644


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusuri Jejak Kesehatan: Dari Tradisi ke Teknologi Modern

Medical Training CSSMoRA UIN JAKARTA 2025

Halal Bihalal CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1446 H: Bersama Meraih Berkah, Bersama Membangun Ukhuwah