Resensi Film Ali dan Ratu-Ratu Queens

Resensi Film Ali dan Ratu-Ratu Queens

 


Judul Film

Ali dan Ratu-Ratu Queens

Sutradara

Lucky Kuswandi

Produser

·  Muhammad Zaidy

·  Meiske Taurisia

Penulis skenario

Gina S. Noer

Penulis cerita

Muhammad Zaidy

Pemeran

·  Iqbaal Ramadhan

·  Nirina Zubir

·  Asri Welas

·  Tika Panggabean

·  Happy Salma

·  Aurora Ribero

·  Marissa Anita

·  Bayu Skak

·  Cut Mini Theo

·  Ibnu Jamil

Penata musik

·   Mar Galo

·   Ken Jenie

Sinematografer

Batara Goempar

Penyunting

Aline Jusria

Perusahaan produksi

Palari Films

Distributor

Netflix

Tanggal rilis

17 Juni 2021

Durasi

100 menit

Negara

 Indonesia

Bahasa

Indonesia


     Film ini mengisahkan tentang seorang anak bernama Ali yang mencari ibunya (Mia) ke New York, ibu yang telah meninggalkannya sejak ia berusia 5 tahun, ibu yang pergi dan tak kembali serta memilih tinggal dan hidup di negara orang. Ali yang ditinggal ibunya sejak kecil tentu telah kehilangan haknya mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu. Ali juga harus hidup berdua hanya dengan ayahnya selama bertahun-tahun serta ketika ayahnya sakit Ali pun harus berjuang merawat ayahnya seorang diri.

  Hingga suatu ketika ayahnya meninggal dan Ali berencana pindah ke rumah saudaranya ia menemukan dua tiket pesawat ke New York serta semua surat dari ibunya yang tak pernah ia ketahui, ia berpikir bahwa ibunya ingin ia dan ayahnya datang menyusul ibunya ke New York maka sejak itu ia memutuskan untuk pergi ke New York mencari ibunya. Keluarga besar ayahnya melarang Ali untuk menemui ibunya namun Ali tetap bersikeras untuk pergi ke New York dan mencari ibunya. Ali pun berangkat ke New York dengan uang dan bekal seadanya.

      Sesampainya di New York, Ali langsung mencari alamat ibunya yang pernah dituliskan dalam surat. Namun, sesampainya Ali di sana ia tidak menemukan ibunya dan justru bertemu dengan 4 wanita usia paruh baya yang  unik dan sangat berisik. Mereka adalah Party, Ance, Cinta, dan Biyah. Keempatnya adalah wanita asal Indonesia yang berjuang hidup di kerasnya kota New York. Mereka berniat membantu Ali untuk mencari ibunya sembari Ali tinggal di tempat mereka. Ali juga dibantu oleh Eva, anak dari Ance. Karena Eva besar di New York, Eva lebih banyak tahu seluk beluk kota New York dan juga ikut membantu Ali mencari ibunya.

     Hari demi hari Ali dibantu eva dan teman teman Ance mencari Mia ibunya hingga suatu ketika Party menemukan alamat baru ibunya Ali. Mereka senang bukan main, bahkan sebelum mengunjungi alamat tersebut Ali meminta Party untuk memasak rendang ya rendang untuk ibunya karena itu adalah makanan kesukaan Mia. Namun saat Ali menemukan ibunya di sebuah rumah besar, ibunya seolah tidak mengenalnya dan menutup pintu dengan keras. Ali kembali ke apartemen Ance dan kawan-kawan dengan lesu.

    Masih banyak hal sedih dan senang yang dialami Ali dalam perjalannya ke New York mencari sang ibu. Film ini mengisahkan kisah sebuah keluarga dan tumbuhnya Ali dengan baik meski tanpa adanya seorang ibu juga keikhlasan Ali atas semua yang terjadi padanya. Ali tidak pernah membenci ibunya karena ia sangat menyayangi ibunya lebih dari apa pun. Film yang menarik dan juga sedikit mengandung bawang ini nyaman ditonton dan menjadi hiburan di saat kita penat. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyusuri Jejak Kesehatan: Dari Tradisi ke Teknologi Modern

Medical Training CSSMoRA UIN JAKARTA 2025

Halal Bihalal CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1446 H: Bersama Meraih Berkah, Bersama Membangun Ukhuwah