Terpaut waktu

Aku diam membisu
Melihat tanpa menyentuhmu
Mendekap kerinduan
Tanpa ada upaya membantu

Suaramu mengalun tanpa bicara
Wajahmu terkikis tanpa membela
Menghilang bagai awan
Yang ntah kapan lagi datang

Rasa semakin mengada
Bagaimana ku bisa menahannya
Berlomba dengan jarum jam
Yang terus memutar tanpa bertanya

bintang saja kalah terang
kamu itu simponi
indah bila didengarkan
lebih indah bila dijadikan ruang
ruangku dari segala macam keadaan

kamu itu surat
didalamnya memberikan isyarat
mungkin aku ingin menjadi penamu
yang menuliskan kata tiap jalannya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Paparan Penyakit, Strategi Reduksi Trauma, dan Mitigasi Pascabencana pada Korban di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Kafein, Kualitas Tidur, dan Burnout Akademik: Tiga Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Mahasiswa

OFFICIAL UPGRADING 2 CSSMoRA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2025/2026.