Postingan

HUJAN DI BULAN NOVEMBER

Gambar
HUJAN DI BULAN NOVEMBER   Hujan amat deras mengguyur kota bandung, tak menyisakan berkas berkas pengasihan kepada penduduk yang hendak beraktivitas. Rere yang menatap butiran-butiran hujan dari jendela kamarnya menjadi pilu, sembari mendengar berita ditelevisi yang membuat hatinya semakin pilu. “telah terjadi kecelakaan bus yang menewaskan tiga puluh penumpang dan dua puluh lainnya luka-luka. Diduga kecelakaan ini disebabkan oleh hujan yang tak kunjung berhenti sejak pukul sembilan malam” “kecelakan lagi re ?” tanya wanita paruh baya yang baru saja masuk kekamar Rere dan mengecilkan volume TV. “entahlah nek.” Jawab Rere datar. Ia kembali menatap butiran butiran hujan yang menempel pada jendela kamarnya, Memperhatikan ketika mereka perlahan meluncur dari kaca jendela lalu jatuh ketanah. “sudah nenek siapkan mantel di meja tamu jangan lupa dibawa. Ini november, hujan akan terus turun.” Ucap nenek yang perlahan meninggalkan Rere sedirian dikamarnya. Rere menghela ...

Ocehan

Gambar
Ocehan Oleh : Syee Nee Berkemul risau pinggiran jakarta, empat november Dalam ruang sempit ini Beriring deru arus jalan Tersambut tarian mesra rindu Memudar elok suasana malam Sejenak Kupalingkan mata ke jendela luar Harapan tertemu karnaval sirkus Menyamarkan hasrat tak kunjung pudar Kala ini Diatas gemburnya alas tidur Ingin kubenamkan sajak-sajak ini Dalam teduhnya taman hatimu Aku sadar Tetap dalam diam adalah pilihan Dan aku sadar Segala tampak jelas dalam puisi ini

Imaji

Gambar
Imaji Diantara bayang matematika dan geografi, Syee Nee satu keyakinan yang kau beri padaku berharap tumbuh membibit indah padahal kaupun tahu ku cenderung tuk mendua dua hanya dua yang kau mau kamu dan aku bercumbu mesra di kursi teras menikmati waktu senja belakang hari tiga pilu yang kuperoleh darimu           tertawan diri oleh lengkung senyummu           terpikat jiwa akan mungil hidungmu           tertegun malu akan sorot matamu membuat diri tak mampu berpaling lesung memerah, terbungkam layu empat orang saksi yang kubutuhkan tuk meng-akad “sah” kan diri ini bersamamu, pelawat asal negeri kayangan tuk penuhi setengah keimanan cegah diri dari jajanan luar sampai pada akhirnya tak terhingga terus saja imaji ini berkelana bagai kuda liar tanpa penunggang   ...

HUJAN DAN KEBENCIAN

HUJAN DAN KEBENCIAN Karya : Afikha Alwayz Hari ini, ayah pergi pagi-pagi sekali. Entah apa yang akan dibuatnya di petakan sawah milik orang yang ia garap. Apakah ia akan mencangkul tanah yang tandus karena kemarau sepanjang dua bulan ini, atau ia hanya akan meratapinya. Sudah kulihat beberapa minggu terakhir ini wajah ayah murung. Garis garis penuaan itu semakin jelas terbentuk. Guratan dahinya semakin jelas memperlihatkan pengharapan akan turunnya hujan. “jangan lupa angkat matikan tungku setelah bubur itu matang nak. Nanti klu ayah belum pulang jaga adikmu baik-baik yah” ucap ayah “iya ayah” seruku dari balik pintu rumah. Sembari memperhatikan sepeda ayah yang perlahan meninggalkan teras rumah. Aku kemudian berjalan menuju kamarku, adikku Naira yang baru berusia 6 tahun masih tertidur pulas. Wajahnya yang polos mengingatkanku pada sosok wanita itu, Ibu. Beliau meninggal kan kami tiga tahun silam, memilih berpisah dengan ayah yang berpenghasilan rendah dan menikah ...